Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Oktober 2011

Diluncurkan, Program "PerpuSeru"!



JAKARTA, KOMPAS.com - Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) meluncurkan program PerpuSeru, Senin (17/10/2011), di Jakarta. Program ini merupakan program pengembangan perpustakaan yang difokuskan pada penyediaan akses perangkat teknologi, pelatihan pengurus, serta advokasi bagi 40 perpustakaan umum di tingkat kabupaten di seluruh Indonesia. Dalam program ini, Bill & Melinda Gates foundation, melalui Global Library Initiative-nya, memberikan dukungan senilai 5 juta US Dollar untuk menyediakan akses belajar berbasis teknologi melalui perpustakaan.

Coca-Cola Foundation Indonesia sebagai pelaksana program akan memberikan pendampingan, advokasi, dan monitoring kepada perpustakaan umum yang ikut dalam program ini.

Kepala Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Tarmizi A. Karim mengatakan, perpustakaan memiliki peranan yang penting dan strategis sebagai sumber informasi, sekaligus pemberi inspirasi bagi masyarakat dalam upaya mengembangkan dirinya.

“Masyarakat, khususnya generasi muda, tidak boleh melupakan pentingnya keberadaan perpustakaan. Program PerpuSeru merupakan langkah awal yang patut kita hargai, dimana inisiatif ini turut mendukung pemerataan teknologi, sekaligus memperkecil jarak ketertinggalan di tengah masyarakat. Upaya ini sejalan dengan pencapaian Prioritas Pembangunan Nasional, yang salah satunya di bidang Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan. Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri siap membantu dan memfasilitasi kelanjutan program ini, termasuk pengembangan model yang sama bagi pemerintah daerah lainnya," kata Karim dalam peluncuran PerpuSeru.

Pendaftaran program PerpuSeru ini akan mulai dibuka pada 17 Oktober hingga 23 Nopember 2011. Ke-40 perpustakaan kabupaten yang akan mengikuti program ini akan dipilih melalui tiga tahapan evaluasi selama dua bulan, termasuk di dalamnya evaluasi teknis awal, evaluasi lanjutan oleh PerpuSeru Advisory Group dan Coca-Cola Foundation Indonesia, dan evaluasi akhir oleh tim penjurian khusus ditambah dengan kunjungan lapangan.

"Kami gembira dapat bermitra dengan Bill & Melinda Gates foundation dalam program ini. Kami percaya, program ini akan mendorong masyarakat Indonesia untuk terus memaksimalkan potensi mereka. Masuknya teknologi serta akses komputer dan software baru ke dalam perpustakaan akan memberikan inspirasi serta memungkinkan masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya dalam meraih masa depan," kata Titie Sadarini, Chief Executive of CCFI.

Deborah Jacobs, Director of the Global Libraries Initiative at the Bill & Melinda Gates foundation mengatakan, pihaknya berharap dapat membantu masyarakat Indonesia dalam menyediakan peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial yang lebih baik, yakni dengan memperluas akses informasi teknologi melalui sarana perpustakaan

"Kolaborasi" Pendidikan-Kebudayaan Harus Beri Harapan Baru

JAKARTA, KOMPAS.com - Kembalinya urusan kebudayaan di bawah naungan Kementerian Pendidikan harus memberikan harapan baru. Penggabungan ini harus ditekankan pada pembentukan karakter bangsa. Hal itu dikatakan sejumlah anggota Komisi X DPR asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Selasa (25/10/2011), di Gedung DPR, Jakarta.

Anggota Komisi X Reyhan Iskandar menilai, keputusan penggabungan pendidikan dan kebudayaan dalam satu kementerian menunjukkan ada hal yang memang harus dibenahi.

“Kita mengalami semacam degradasi budaya. Dengan melihat karakter bangsa kita yang sudah mulai abu-abu, maka kebudayaan menjadi penting. Di sini bisa dilihat bahwa kita memang memiliki kegelisahan bersama,” ujarnya.

Akan tetapi, menurutnya, masih tersirat ketidaksiapan pemerintah untuk menggabungkan keduanya dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu, kata Reyhan, terlihat dalam paparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, kemarin.

"Kami lihat belum ada kesiapan dari birokrasi itu sendiri perihal penggabungan pendidikan dengan kebudayaan ini. Stressing-nya apa? Kalau cuma pisah-pisah blok saja kan sayang,” ujar Reyhan.

Ia mengungkapkan, di negara-negara lain, kebudayaan menjadi ranah kementerian tersendiri. Pemisahan ini dimaksudkan agar dapat mengedepankan jati diri bangsa melalui kebudayaan dan menumbuhkan karakter bangsa melalui budayanya sendiri.

“Saya khawatir yang dimaksudkan dengan budaya ini masih ada warna pariwisata, bukannya membingkai karakter bangsa. Pemerintah harus concern dengan masalah karakter bangsa ini.  Saya berharap dari penggabungan ini, pendidikan menawarkan sebuah harapan adanya perubahan karakter bangsa menjadi lebih baik,” kata Reyhan.

Sementara itu, anggota Komisi X asal Fraksi PKS lainnya, Rohmani menambahkan, penambahan tugas Kementerian Pendidikan seharusnya juga tak perlu diikuti dengan penambahan wakil menteri baru yang khusus membidangi kebudayaan. Seperti diketahui, Presiden SBY menunjuk satu wakil menteri baru untuk mendampingi Mendikbud.

“Pemborosan kalau satu wakil menteri membahwahi satu dirjen saja (kebudayaan). Jika memang polanya seperti itu, sebaiknya tidak usah ada Wamen Kebudayaan, cukuplah satu Wamen saja,” tambah Rohmani.

Info Muda Mendunia

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.